Cara membuat penawaran pekerjaan proyek kepada main kontraktor

Pelaksanaan proyek konstruksi bangunan seringkali dipercayakan kepada kontraktor besar lalu diborongkan kembali pada para subkontraktor spesialis sesuai keahlian pekerjaan masing-masing, contohnya ada subkontraktor yang ahli dalam bidang instalasi listrik saja, ada yang hanya fokus di pintu kayu, ada yang hanya bisa mengerjakan pembesian, serta bermacam lingkup pekerjaan lainya. para subkontraktor diseleksi oleh main kontraktor untuk dipilih mana yang terbaik dan bisa memberikan harga penawaran termurah. nah.. disini kita coba jelaskan mengenai cara membuat penawaran pekerjaan proyek kepada main kontraktor, semoga bisa menjadi gambaran proses dan dikembangkan lagi dengan berbagi inovasi sehingga bisa selalu muncul sebagai yang terbaik.

contoh seleksi harga penawaran subkontraktor

contoh seleksi harga penawaran subkontraktor

Cara membuat penawaran pekerjaan proyek kepada main kontraktor

  1. Datang atau menghubungi personil main kontraktor yang berhubungan dengan tugas pencarian serta penyeleksian subkontraktor, kita bisa datang langung ke project manager yang bertanggung jawab memimpin jalanya proyek, atau menghubungi bagian site enginering manager yang biasanya akan menugaskan staf khusus pengendalian proyek. jika sebelumnya sudah pernah bekerjasama dan sudah menyelesaikan pekerjaan dengan baik, maka ada peluang untuk dipanggil guna mengadakan kontrak pekerjaan proyek selanjutnya.
  2. Menanyakan lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan, sambil meminta data untuk pekerjaan yang terkait seperti gambar shop drawing, rencana anggaran biaya bangunan (RAB), Bill of quantity, rencana kerja dan syarat (RKS) atau yang lainya.
  3. Menghitung kembali rencana anggaran biaya bangunan serta membayangkan metode pelaksanaan seperti apa yang akan dilakukan, dengan melakukan proses ini maka kita akan tahu berapa harga penawaran yang pas untuk diajukan, yang pasti harga tersebut harus bisa bersaing alias lebih murah dari subkontraktor lain, namun masih tetap memberikan keuntungan sebesar mungkin.
  4. Saat mengajukan penawaran harga, dengan mengajukan surat beserta rincian pekerjaan yang dilengkapi harga kepada pesonil main kontraktor agar dilakukan pengecekan.
  5. Proses negoisasi harga, disini pihak main kontraktor akan berdiskusi dengan subkontraktor untuk mendapatkan harga termurah, sehingga dicapailah kesepakatan.
  6. Pihak main kontraktor akan menghubungi kita apabila diputuskan sebagai pemenang yang dipercayakan untuk melaksanakan pekerjaan. kita diberikan surat perintah kerja (SPK) sekaligus penandatanganan surat perjanjian kontrak pekerjaan proyek.
  7. Saatnya melaksanakan pekerjaan dengan kualitas sebaik mungkin, serta dalam waktu secepat mungkin sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya. dengan begini maka sebagai subkontraktor akan mendapatkan nilai lebih sehingga lebih berpeluang untuk diberikan kepercayaan untuk melaksanakan proyek selanjutnya.

 

Begitulah gambaran mengenai proses cara membuat penawaran pekerjaan proyek kepada main kontraktor, perlu kemampuan serta semangat khusus dalam menjalani setiap prosesnya agar berhasil mendapatkan apa yang sudah menjadi cita-cita, semoga bermanfaat 🙂

Leave a Reply