Tukang bangunan capek bekerja tapi tidak dibayar

Profesi tukang bangunan rata-rata menggunakan perjanjian tak tertulis ketika melakukan kesepakatan kontrak kerja. kebanyakan sang tukang bekerja dahulu kemudian setelah sekian waktu atau setelah proyek selesai baru dibayar. Jadi kekuatan perjanjian tersebut ada pada etika baik kedua belah pihak yaitu pemberi kerja entah itu pemilik rumah, mandor, pemborong atau kontraktor dengan tukang bangunan. Nah.. akan jadi masalah besar ketika sang pemberi kerja melarikan diri sehingga tukang bangunan yang telah capek bekerja tapi tidak mendapat bayaran sepeserpun. Untuk menuntut secara hukum juga lemah, karena bisa jadi biaya menuntut itu mahal ditambah lagi kurangnya ilmu pengetahuan tentang hukum jadi tidak bisa menempuh jalur tersebut. yang terjadi adalah menggerutu tanpa hasil atau bahkan menangis batin karena kehilangan nafkah yang seharusnya diberikan untuk keluarga. padahal banyak pekerja bangunan yang sumber penghasilanya hanya mengandalkan hasil kerja dibidang konstruksi ini. Penulis berdoa semoga hal ini tidak terjadi pada semua tukang bangunan di indonesia maupun dunia. bagi yang kebetulan mengalami situasi ini semoga cepat mendapatkan jalan keluar dan mendapat ganti rezeki yang lebih banyak dan berkah.

 

Cara agar tukang bangunan selalu dibayar

Lalu apa saja cara yang bisa kita lakukan sebagai tukang bangunan agar pekerjaan kita selalu dibayar. berikut ini beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan.

  1. Melihat perilaku pemberi kerja, jika termasuk orang baik tentu kita tidak merasa was-was.
  2. Mengenal secara dalam siapa pemberi kerja, dimana rumahnya, siapa saja kerabatnya dan dimana bisa dihubungi. jadi kemungkinan kecil untuk melarikan diri.
  3. Musyawarah dan membicarakan secara jelas sistem pekerjaan dan berapa gaji yang akan diberikan. jadi kita bisa memantau secara mandiri berapa saldo upah kita yang belum dibayar. hal ini untuk mengantisipasi kecurangan atau kelalaian pemberi kerja akibat salah perhitungan.
  4. Membuat grup atau kelompok bersama sesama tukang bangunan, jadi akan lebih kuat ketika melakukan tuntutan untuk memperoleh hak yang belum diberikan.
  5. Hati-hati dengan sesama tukang bangunan yang baru dikenal, jangan sampai mempercayakan penitipan gaji kepada rekan kerja apabila belum dapat dipercaya 100%. karena ada resiko upah dibawa kabur lalu kita hanya bisa gigit jari.
  6. Selalu mendekatkan diri kepada Allah tuhan pengusaha hati seluruh manusia, karena dialah yang berkuasa menggerakan hati pemberi kerja untuk membayar gaji. atau mungkin Allah punya cara lain diluar batas pemikiran kita.

 

Begitulah kiranya beberapa hal yang bisa penulis sampaikan agar semua tukang bangunan mendapat hak upah dari hasil pekerjaanya. Bagi para pemberi kerja harap bersikap jujur dan profesional dengan memberikan hak yang memang seharusnya dibayarkan, Hindari melakukan pemotongan upah atau bahkan membawanya kabur. semoga seluruh tukang bangunan di planet bumi ini bisa lancar dalam bekerja dan mendapatkan penghasilan yang berlimpah :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *